
Islam bukan agama
kaku dan keras. Islam bukan agama yang terlampau lentur nan fleksibel. Islam
itu juga bukan tayangan sinetron atau drama. Mengutip dari Cak Nun, Islam itu
substansi nilai, juga metodologi. Ia bisa memiliki kesamaan atau perjumpaan
dengan berbagai macam substansi nilai dan metodologi lain, baik yang berasal
dari “agama” lain, dari ilmu-ilmu sosial modern atau khasanah tradisi. Namun
sebagai sebuah keseluruhan entitas, Islam hanya sama dengan Islam.
Sejarah babat Jawa
yang kental dengan corak tradisi mistis, animisme dan dinamisme menjadi artefak
yang tertuang dalam literasi sejarah nusantara. Term yang mengandung berbagai
macam hiruk-pikuk kehidupan dan mengandung berbagai macam kebiasaan individu,
tata nilai, prilaku, etika dan sebagainya selanjutnya disebut sebagai tradisi.
Tradisi sama dengan
adat istiadat, konsep serta aturan yang mantap dan terintegrasi kuat dalam
sistem budaya di suatu kebudayaan yang menata tindakan manusia dalam bidang
sosial kebudayaan itu (Koentaraningrat: 1984: 187 ). Oleh sebab itu segala
kegiatan yang memiliki integritas kuat dalam sebuah sistem budaya dan menata
tindakan manusia dalam kehidupan dapat diartikan budaya, seperti Valentine.